Mbah Bedjo dan Plekinya
Thursday, May 24th, 2007Betapa terkezutnya uda Fa saat memasuki pekarangan mbah Bedjo. Sapaan "Assalamu’alaikum" nya yang biasa disambut dengan ucapan "Wa’alaikum salam" kini dibalas dengan suara gonggongan anjing.
"Astaghfirullah.." ucap uda Fa pelan sambil mengelus dadanya yang kerempeng itu.
"Wa’alikum salam. Eeh, nak Fa. Tumben."
"Iya, ini mau ngasih undangan dari pak RT. Omong-omong, Anjing siapa tuh mbah?"
"Oh, itu anjing mbah, pleki."
"Hah!? Sejak kapan mbah piara anjing?"
"Baru 2 hari ini. Itu ada 3 ekor. Buat jaga kebon buah saya disamping itu."
Disamping rumah mbah Bedjo memang terdapat kebun buah yang lumayan luas. Ada pohon mangga, nangka dan duren yang menjadi kesayangannya.
"Biasanya kan yang jaga cucu mbah, gantian sama Cahyo?"
"Aah, si Djoyo mah setengah-setengah. Kebon mbah sering ditinggal pacaran. Cahyo juga podho wae."
"Tapi kenapa pake anjing, mbah? Sebagai muslim Mbah Bedjo pasti tau kan kalo anjing itu najis?"
"Begini ya nak Fa." Mbah Bedjo sengaja memberikan penekanan pada kata ‘Nak’ saat berkata pada uda Fa. "Anjing memang dagngnya haram dan liurnya najis. Tapi menurut mbah nih ya, masih jauh lebih bisa dipercaya dari orang. Terlebih lagi orang-orang sini. Coba nak Fa bandingkan nih: Sewaktu dijagain si Cahyo, buah-buahan mbah tetep banyak yang raib. Alasan dia, mungkin dicolong pas dia lagi berak. Nah, setelah Cahyo mbah ganti pleki dkk, buah mbah aman-aman saja, nggak ada sebutirpun yang ilang."
Uda Fa baru saja hendak buka mulut, tapi keburu di-cut oleh mbah Bedjo.
"Satu lagi nih, si Cahyo kalo hari ini diupah 30.000, terus besok turun jadi 20.000, dia pasti ngoceh. Mengeluh. Sampe capek mbah dengernya. Tapi si pleki ini, hari ini dikasih daging, besok dikasih tulang, ekornya tetep bergoyang senang, berterima kasih. Si Cahyo dimarahin sedikit terus dendam, ngambek. Si Pleki mbah tabok juga nggak ngelawan."
Uda Fa terdiam mendengar kata-kata mbah Bedjo.
Kalo orang udah lebih percaya pada anjing daripada sesamanya, berarti dunia tempat kita tinggal ini udah nelangsa bangett…