Archive for March, 2008

Sebulan Wafatnya Boss Ben

Saturday, March 22nd, 2008

Sudah hampir sebulan sejak wafatnya Boss Ben. Dalam kurun waktu itu, sudah 3 kali gua mimpi ketemu beliau. Mimpi pertama terjadi beberapa hari setelah si Boss meninggal.

Dalam mimpi tersebut, Boss Ben terlihat lelah, mengenakan celana pendek dan kaos oblong putih. Sedang beristirahat dalam kamarnya di lantai 2 sebuah ruko yang dipenuhi kardus kosong dan white board berisi lajur-lajur. 

"Gua sekarang jadi asisten guru TK, Yat.*" Jelasnya. "Boss gua mau buka TK, dia udah nyari guru dan gua disuruh bantuin guru itu. Tuh murid-muridnya udah ada." Tambahnya sambil menunjuk ke arah whiteboard di dinding, dengan wajah lelah.

Mimpi kedua terjadi kira-kira seminggu sesudahnya. Dalam mimpi itu kulit Boss Ben terlihat bersih, berseri-seri, namun ia sedang sakit. Gua dan adik si Boss lalu mengantar beliau beristirahat di sebuah rumah (yang mirip dengan rumah gua di Cirebon dulu).

Setelah berbaring, tau-tau si Boss membuka sebotol Mix-Max dan meminumnya (FYI buat yang belum tau, Mix-Max adalah minuman berkadar alkohol ringan dalam aneka rasa yang mudah dijumpai dalam mini-mini market).

Gua langsung kaget,

"Lho, katanya sakit kok minum gituan?"

"Abis haus." Jawab Boss Ben enteng sambil nyengir.

Setelah mimpi kedua itu, gua lalu sms adiknya Boss Ben. Ternyata dia belum pernah sekalipun didatangi. Dia lalu sms balik, titip pesan:

"Yat, titip pesan sama Ben, bilangin motor gua masih ada, malah sekarang tambah keren.**" 

Lalu datanglah mimpi ketiga itu. Ada keramaian di rumah Boss Ben dan gua datang kesana. Tiba-tiba si Boss nongol. Masih dengan celana pendek dan kaos oblong seperti 2 mimpi gua sebelumnya.

"Lho, lu bukannya udah mati?" Tanya gua bingung. Lalu kami mengobrol. Sayang gua lupa apa yang diobrolkan.

Sialnya lagi, gua lupa menyampaikan titipan pesan dari adik si Boss.

Yah, maybe next time, Vi.***"

footnote:

*walaupun gua bernama Asriat, tapi teman-teman gua yang kenal dari kecil biasa memanggil gua "Yat". Teman-teman SMA biasa memanggil gua "Ting" (dari marga gua, Ginting), sedangkan di kampus, ada yang manggil At (dari Aat - panggilan mesra untuk Asriat) dan Jim (dari Oom Jim - yang didapat karena gua sering memainkan lagu-lagu The Doors di acara-acara kampus, dan juga karena dulu sering teler..hehe..).

**sewaktu banjir melanda Komplek KFT, februari lalu, motor Kawasaki adiknya Boss Ben yang baru beli terendam air. Si Bosslah yang membantu menyelamatkan motor sang adik dengan cara ngoyok air setinggi pinggang dan menaikkan motor tersebut ke atas rakit dari gedebong pisang.

***Avi, nama adiknya Boss Ben.

Selamat Jalan Boss Ben

Sunday, March 9th, 2008

Bagi teman-teman kuliah dulu yang pernah nginep di rumah gua, pasti tak asing lagi dengan sosok yang bernama Ben, yang akrab dipanggil Boss Ben. Dulu pernah ikut main bola di kampus dan pulangnya ikut makan-makan bersama tim Sastra Cina di RM Berkat. Si Boss mudah berbaur dengan orang-orang yang baru dikenalnya karena sifatnya yang easy going itu.

Pada tanggal 26 Februari lalu, Boss Ben wafat dalam usia 33 tahun. Akibat penyakit liver yang sudah beliau derita selama beberapa minggu belakangan. Beritanya gua terima dari sms seorang teman pada tanggal 26 Februari jam 16.00 = "At, Si Ben meninggal."

Sedih? Jelas! Karena gua sudah bersahabat dengan Boss Ben selama 25 tahun. Sejak kami masih SD. Terutama mengenang begitu banyaknya kisah lucu, suka dan duka dalam sejarah persahabatan kami ini. Boss Ben juga adalah satu-satunya yang gua ajak ke Purwokerto saat lamaran dulu, sebagai saksi dari calon mempelai pria.

Salah satu kisah kocak gua bersama Boss Ben adalah kejadian di Puri Cafe (dimana foto ini diambil), saat gua dan band gua Lazy Sunday mengikuti sebuah acara Brit Pop yang diselenggarakan anak-anak ABG. Saat itu gua memasukkan Boss Ben secara gratis dengan ngebokis bahwa beliau adalah manajer band Lazy Sunday (padahal si Boss cuma pengen nonton doang, dan hari itu ikutan mengantar kumpulan Lazy Sunday berlatih pada pagi hari sebelum manggung) . Lalu pada saat tampil, ternyata aksi Lazy Sunday yang membawakan 2 nomor The Stone Roses : "I Wanna Be Adored" dan "Daybreak" cukup menmukau penonton. Salah seorang penonton lalu bertanya pada Boss Ben:

"Bang, band apa ini namanya?"

"Wah, gue nggak tau.." jawab Boss Ben.

"Lho, kan situ manajernya?"

"Iya, tapi baru aja ketemu tadi pagi."

Hehehe…

Yaah, ini adalah salah satu contoh dari seabreg pengalaman unik bersama si Boss.

Selamat Jalan, Boss Ben. Semoga bahagia di alam sana…